Sabtu, 07 Juni 2014

Menjadi Wanita Sempurna

Menjadi Wanita Sempurna


Ketika ada salah satu teman yang membagikan status bahwa ia sudah melahirkan seorang anak, teman lainnya mengomentari dengan memberikan selamat kamu udah jadi perempuan sempurna. Baca komentar ini saya kok senyum sendiri ya, mungkin karena saya juga sudah mengalami hal yang sama. Menikah dengan seorang lelaki dan punya anak. Dengan kata lain saya sudah menjadi seorang istri dan ibu. Bahagia memang, iya bahagia sekali rasanya. Benar kata temen sudah sempurna kodrat saya sebagai seorang perempuan, jadi istri kemudian jadi ibu. Hanya saja ada yang mengganjal di pikiran saya, saat ini dengan kondisi saya yang masih seperti ini, apa sempurna juga peranan saya sebagai istri sekaligus sebagai ibu? Entahlah, rasanya masih jauh . Masih butuh proses pembelajaran, baik itu dari pengalaman sendiri atau dari orang lain. Masih banyak lubang-lubang kekurangan saya dalam menjalankan dua peranan itu perlu saya tutupi. Syukur Alhamdulillah sekarang ini ilmu bisa dengan mudah diperoleh, tinggal bagaimana tekad dan kemauaan saya untuk berubah lebih baik lagi. Apa saya bisa? Tentu harus bisa! Orang lain yang sama-sama makan nasi saja bisa kok :)

Mengenai peranan saya sebagai ibu, saya harus berfikir bahwa saya bukan lagi saya tapi ada anak juga. Bagaimana mempersiapkan masa depan anak harus benar-benar dirancang dari sekarang. Bukan maksud menyetir anak harus begini harus begitu, tapi bagaimana kita menyediakan fasilitas yang mumpuni untuk anak. Satu hal yang lebih penting lagi adalah bagaimana caranya agar perhatian dan kasih sayang terhadap anak selalu mengalir, jangan sampai anak kelurangan perhatian dan kasih sayang, karena efeknya lebih buruk dari sekedar anak kekurangan kucuran materi. Sebagai orang tua, saya ingin menjadi tempat anak berbagi apa-apa yang ia alami. Saya bertekad untuk menjadi ibu yang seutuhnya untuk anak-anak kami, saya tidak ingin hanya jadi ibu numpang lewat. Dari A sampai Z anak saya, saya akan mendampingi. Dan yang lebih penting lagi peranan saya sebagai istri dan ibu harus seimbang, jangan sampai saya "memanjakan" salah satu diantaranya sementara yang satunya lagi terabaikan. Semoga bisa, ya, harus bisa ! 

Lantas dengan cara apalagi bisa  menjadi wanita yang sempurna? Ada banyak cara dengan menonjolkan akhlak yang baik ke semua orang yang kita temui, selalu menderma walaupun hanya dengan senyum, berbuat baik kepada sesama, mendidik anak dengan mengenalkannya pada agama semenjak dini,  yang paling penting selalu ingat Allah dan menjalankan amalan-amalan baik. Bisa? Harus bisa ! Yuk sama-sama mulai merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar